|
Sunday, November 16, 2008
Kerja keras Saat ini kepolisian republik indonesia sedang ada giat operasi untuk "menghabisi" preman. Ratusan orang ditangkap, sebagian dilepas kembali, sebagian diproses karena membawa sajam, atau karena terlibat dalam kasus-kasus tindak pidana. Tentu masyarakat bersorak girang dengan adanya giat ops ini, keresahan dan ketakutan yang selam ini terjadi, sedikit berkurang untuk sementara waktu, harapannya si selamanya, tapi sepertinya tidak mungkin yah hehehe. Salah satu efek samping yang timbul dengan adanya giat ops ini adalah terjadinya reaksi balasan oleh sejumlah oknum, yang bisa jadi merasa "usahanya" selama ini menjadi berantakan disebabkan oleh "ulah" polisi. Sebagai contoh adalah pembakaran PLTU di banten yang diduga kuat sebagai pembalasan atas giat ops polisi terhadap preman. Parahnya lagi, seorang kepala desa di tempat PLTU sedang dibangun, ikut ditangkap. karena dianggap memprovokasi masa untuk melakukan penyerangan dan perusakan terhadap PLTU. Kenapa ya pak lurah ikut-ikutan? Barangkali pak lurah juga merasa kalo preman anak bauhnya digulung, setoran yang biasanya masuk akan hilang, minimal berkurang...ngamuk deh akhirnya. Apa siy sebetulnya preman itu? kalo mendengar kata ini, persepsi yang hadir di otak adalah kejahatan, tukang palak, jambret, copet, bahaya, tak segan untuk melukai, pengangguran, pendidikan rendah, dan lain sebagainya, Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan sebagai berikut : "pre·man /préman/ n cak sebutan kpd orang jahat (penodong, perampok, pemeras, dsb)". Orang jahat, itu kata kuncinya. Jadi setiap orang jahat bisa dong disebut preman, gak cuma preman kelas teri yang suka beraksi sebagai penjahat jalanan. Para koruptor, plagiat, juga bisa disebut sebagai preman, bahkan mungkin mereka inilah bosnya para preman jalanan itu. Dan preman-preman ini dapat berkedok dengan aneka macam topeng dan jubah, dari sekedar organisasi suku tertentu, pengusaha, dan yang paling memperihatinkan adalah dengan berjubah agama, contoh riilnya kita semua sudah tahu, dan sering mendengar serta melihat beritanya diberbagai media masa di republik ini. Yang jelas, para preman ini adalah orang-orang dengan gangguan jiwa, yakni gangguan kepribadian. Paling sering si orang-orang dengan gangguan kepribadian antisosial, tidak menutup kemungkinan adalah orang-orang dengan gangguan kepribadian paranoid, dan paling serem adalah mereka yang mengidap gangguan jiwa psikopat. Susah ya? ternyata premanisme tak hanya disebabkan oleh masalah ekonomi rendah, ternyata para preman itu tak melulu berpendidikan rendah. namun yang barangkali berperan besar adalah masalah mental/jiwa. adanya gangguan pembentukan kepribadian merupakah salah satu yang menjadi penyebab, dan peran orang tua sebagai pendidik anak-anaknyalah yang sebenarnya sangat berpengaruh, selain lingkungan tempat anak tersebut dibesarkan tentunya. JIka kita berbicara masalah ekonomi sebagai sebabnya, maka yang dapat saya katakan adalah para preman tersebut adalah orang-orang yang malas untuk berusaha, malas untuk bekerja, alasannya sangat klasik, lapangan kerja yang terbatas ditambah ketiadaan modal, plus ngakunya tidak berpendidikan karena biaya sekolah sangat mahal, tidak ada sekolah yang gratis. Sebenarnya merupakan suatu kesalahan tatkala ada pemikiran seperti itu, banyak juga ko, orang yang pendidikannya tidak tinggi, modal gak punya, tapi tidak menjadi preman. Para pemulung misalnya, modalnya cuma kemauan untuk menjaga kehormatan diri dan mau untuk banting tulang, hasilnya mereka pun dapat hidup meski dengan segala keterbatasan yang ada. Pun masalah pendidikan, sebenarnya pemerintah dari dahulu sudah menyediakan sekolah gratis lewat program kejar paket, tapi siapa yang mau untuk memanfaatkan? tidak ada, kecuali sedikit orang yang mempunyai kemauan untuk maju. Padahal ijazah kejar paket diakui oleh pemerintah serta disetarakan dengan pendidikan formal yang ada. Jadi sebenarnya adalah masalah mentalitas bangsa yang harus diubah, dari yang maunya enak saja, serba instan, menjadi bangsa dengan tipe pekerja keras. Nenek moyang bangsa ini sebenarnya telah banyak mengajarkan, lihatlah bagaimana dahulu kerajaan-kerajaan nusantara mampu mempunyai wilayah yang demikian luas, tak lain dan tak bukan karena kemauan dan kerja keras (terlepas dari masalah politik yah). Kita bisa mencontoh jepang yang porak poranda setelah kalah dalam PD II dapat bangkit menjadi salah satu negara yang maju, Cina dan India pun setali tiga uang, mereka mulai unjuk gigi dengan perkembangan-perkembangannya. Dan merupakan komitmen bersama untuk membangun negeri ini, kita semua, tak hanya pemerintah saja, namun semua elemen masyarakat haruslah optimis serta berkemauan tinggi, bahu membahu bekerja keras membangun negeri ini. Posted by ::aPa AdAnYa:: at 10:29 am
|
|
![]() |
|
| The Wild Flower | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
lagi belajar di sebuah universitas, yang kata orang kampusnya pahlawan reformasi........belajar biar jadi dokter biar berguna bagi diri ku sendiri, keluarga, orang lain, islam dan kaum muslimin...................... |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| In My Garden | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Daily Reads | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tagboard | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Credits | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Template: elementopia Image: image cafe Edited by:
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||