Wednesday, November 19, 2008

Rokok (bag 2)


Tampaknya jumlah orang indonesia dengan gangguan jiwa semakin meningkat, baru-baru ini diberitakan ada seorang jamaah haji yang kabarnya bunuh diri..jauh-jauh ke tanah suci,namun justru menyia-nyiakan kesempatan,kalau benar itu bunuh diri,tentulah kita semua prihatin. Begitu juga masalah merokok,yang saat ini kembali heboh dengan razia. Merokok adalah salah satu bagian dari gangguan jiwa yaitu ketergantungan pada zat aditif,dalam hal ini nikotin. Namun banyak kalangan di masyarakat,hal ini biasa saja,berbeda dengan narkoba..padahal merokok adalah salah satu gerbang menuju penyalahgunaan psikotropika. Ada komentar menarik dalam tulisan saya tentang rokok sebelumnya,katanya ulama mengharamkan rokok,karena gak kebagian enaknya. Komentar yang menggelitik yang tampak menggunakan ego kanak yg kuat,dan terlihat sebagai mekanisme defensi dari seorang perokok yang merasa terganggu dengan adanya fatwa haramnya rokok. Para ulama berfatwa bukan tanpa dasar,namun dengan dasar fakta ilmiah baik dari sisi agama maupun medis. Sisi agama diwakili dengan beristidlal berdasar alqur'an dan sunnah. Sisi medispun sebenarnya sudah jelas..tapi seperti biasa,para perokok menolak,dan beranggapan bahwa selama ini mereka sehat-sehat saja,tapi coba aja kalo disuruh spirometri, fungsi parunya bakal keliatan berkurang. Nah masalahnya,apakah kemudian razia itu efektif?apakah dilakukan secara berkala layaknya razia lalulintas? Kalau melihat kenyataan bahwa yang merazia jg suka merokok d tempat umum,keknya bakal ga awet tu progam,seperti biasanya,hangat di awal untuk kemudian padam.


Posted by ::aPa AdAnYa:: at 09:43 pm

Uni
November 25, 2008   09:06 AM PST
 
Sy setuju banget dg jawaban di tulisan ini atas komentar ttg tulisan rokok sebelumnya.
Biasanya para perokok berkilah juga, kalau yang merokok mereka kenapa yang ga ngerokok ribut? Toh mereka ga nggangguin para antirokok. Kurang lebih begitu.
Padahal kalau mereka mau mikir ni, pada dasarnya mereka sudah sangat mengganggu dengan asap yang mereka hembuskan. Dengan perilaku cuek yang mereka tampilkan. Belum lagi dengan sampah puntung rokok yang mereka tebarkan.
Kalau mau mikir jangka panjang aja deh, efek asap, perilaku cuek, dan sampah itu pasti ada efeknya deh. Belum lagi efek ke diri perokok sendiri.
Heran saya.. kok ya masih bilang gak ngganggu orang.

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments







The Wild Flower
aku hanyalah seorang pemuda, seorang muslim yang mencoba tegak di atas manhaj yang haq, manhajnya para sahabat.........

lagi belajar di sebuah universitas, yang kata orang kampusnya pahlawan reformasi........belajar biar jadi dokter biar berguna bagi diri ku sendiri, keluarga, orang lain, islam dan kaum muslimin......................



In My Garden
<< November 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30
Daily Reads









Member Of

BloggerFamily





kawan-kawan
Ade Cantik
uNi
assa solo
dh devita
al harits
ellya
alice
abu fauzan
arimbi
arifiani
femi
sohibi
affan
andi
aisyah azzahra
dina
mita
Rin^
n0va
pitt
oMbOlOt
linda
imponk
ummu nabila
mas anom
zubia
evy
ARS
arief
arie
dwi agus
mimin
fajar
abu husain
firman
gitafh
yaya
lucy
marjan
luthfie
ephays
Dr Rosalina
wasugi
pray
herlin
ricki


.::islam::.


salafy
asysyariah
Shaff
salafy corner
kajian online


.::kedokteran::.


emedicine
infeksi
depkes
Dokter Emergensi
Dokter Saraf
Emergency Medicine&Care
Highwire Free Articles
KesGadar-DKI
prof iwan darmansjah
IDI
Badan POM
Mayoclinic
MedicaStore
Medicalstudent




::POLISI::







::INTELLIGENCE::





Tagboard
   
Contact Me
If you want to be updated on this weblog Enter your email here:
Credits
Template: elementopia
Image: image cafe
Edited by:
BLOGDRIVE
TEMPLATES
Elementopia : Wild Flower

Blogdrive
rss feed