Friday, October 31, 2008

Kuat


Jiwa yang kuat, menderita tanpa mengeluh. Jiwa yang lemah, mengeluh tanpa menderita.


Posted by ::aPa AdAnYa:: at 02:09 pm
Make a comment


Saturday, August 16, 2008

Merokok = Haram ?


"MUI memecah belah umat"

"Melebih-lebihkan = bid'ah"

 

Begitu sebagian slogan protes beberapa kalangan terutama para petani tembakau. Protes yang seolah-olah benar,namun sesungguhnya terdapat kesalahan di dalamnya. Kita semua tahu dengan jelas bagaimana merokok itu, kita tahu apa itu rokok, kita pun tahu apa manfaat dan mudharat yang timbul dari merokok.

 

Apa manfaatnya? Yang pertama jelas memuaskan nafsu untuk merokok, yang kedua adalah yah tidak dipungkiri jika merokok memberikan penghidupan kepada sebagian orang, yakni buruh pabrik rokok,dan petani tembakau, sehingga yang terdengar melakukan protes adalah para petani tembakau. Padahal fatwa tersebut baru dalam taraf pengkajian, belum keluar, apalah jadinya jikalau sudah keluar, barangkali akan lebih banyak protes yang terjadi.

 

Persoalan merokok sudah menjadi masalah sosial yang sangat kompleks. Jika kita berbicara masalah rokok, maka kita akan berbicara masalah lintas sektoral, kesehatan, sosial ekonomi, agama, bahkan juga pendidikan. Secara kesehatan...kita semua sudah mahfum bahwa merokok dan rokok itu sendiri sangat merugikan dan berbahaya bagi kesehatan, terdapat kurang lebih 4000 jenis bahan kimia berbahaya dalam 1 batang rokok, yang bisa mempengaruhi tubuh sehingga pada akhirnya dapat mengganggu kesehatan. Nikotin sendiri akan menyebabkan adiksi, mempengaruhi sistem mesolimbik di otak, sehingga orang yang merokok akan kesulitan untuk berhenti, bagaimanapun adiksi adalah masalah di otak. Pemerintah juga telah memberikan peringatan akan bahaya merokok ini, baik lewat label peringatan di bungkus rokok,maupun menerbitkan poster akibat merokok, yang digambarkan bahwa tubuh seorang perokok akan mengalami berbagai masalah kesehatan dari ujung kepala hingga ujung kaki.

 

Merokok sekarang ini menjadi sebuah gaya hidup/life style bagi beberapa kalangan, kalo tak merokok,maka tak jantan, tak bisa bergaul, begitu anggapan yang ada...bahkan yang lebih parah adalah tren untuk merokok merambah pada dunia anak, tak hanya pelajar sma, pelajar smp dan sd pun sudah banyak yang terseret arus. Tak  heran jika Komnas PA yang dipimpin kak Seto, mendesak MUI untuk mengeluarkan fatwa haramnya merokok.

 

Yang menjadi masalah banyak kalangan untuk menolak fatwa tersebut adalah lebih ke nafsu dan masalah ekonomi....alasannya yang sering dikemukakan—bahkan muncul ketika saya memberikan penyuluhan mengenai bahaya merokok di sebuah desa di magelang— adalah bagaimana dengan nasib para petani tembakau, para buruh pabrik rokok, para pedagang, jika rokok harus "dilenyapkan" ? padahal cukai rokok memberikan kontribusi juga kepada pendapatan negara. Sebenarnya masalah ini gampang sekali untuk dipecahkan, kuncinya Cuma satu : Kemauan Untuk berubah. Tanaman tembakau bisa saja diganti dengan komoditi lain yang jauh lebih menguntungkan, kelapa sawit misalnya, dengan adanya perkebunan kelapa sawit maka akan juga membuka lapangan kerja..bahkan hasil dari kelapa sawit jauh lebih menguntungkan untuk negara, dibandingkan cukai rokok. Ini hanyalah satu contoh kecil,masih banyak jalan untuk mendapatkan yang halal, jika kita mau. Kemauan, itu kata kuncinya.

Secara agama lebih jelas lagi, banyak ulama di dunia mengharamkan merokok, dengan argumentasi bahwa mudharat merokok lebih besar, merokok membahayakan diri sendiri serta orang lain dan merokok merupakan perbuatan sia-sia, dengan dalil yang begitu banyak dari alqur'an dan sunnah. Sementara itu di negeri ini orang-orang yang mengaku alim, mengeluarkan fatwa bahwa merokok itu hukumnya makruh...Ya terang saja..mereka tidak berani mengatakan bahwa merokok itu haram, karena mereka sendiri adalah seorang perokok, kadang-kadang malah seorang perokok berat. Inilah yang menjadi dalih masyarakat untuk terus merokok, "ah..kata siapa merokok itu haram? Tu si kyai fulan juga merokok" perkataan inilah yang sering terlontar, tatkala terjadi diskusi masalah keharaman rokok, sama halnya ketika seorang anak diberi peringatan untuk tidak merokok; "bapakku saja merokok, dan tidak melarang aku merokok".

 

Dalam kaidah fiqh dengan gambalang disebut—kurang lebih begini bunyinya—jika terdapat dua hukum antara yang makruh dan yang haram, maka tinggalkanlah yang makruh, ambilah yang menyatkan itu haram, karena  itu jauh lebih selamat dan menjaga diri.

 

Jadi alasan apalagi untuk menolak hukum keharaman merokok?  

 

 

 



Posted by ::aPa AdAnYa:: at 08:32 am
Comments (3)


Saturday, May 31, 2008

Mahasiswa dan BBM


Mencermati berbagai demonstrasi yang terjadi belakangan ini terjadi membuat hati ini merasa miris. Melihat sikap para demonstran yang mengaku sebagai mahasiswa, kaum intelektual dan katanya adalah kekuatan muda yang berperan sebagai agent of change setidaknya telah menggugah hati ini untuk berkomentar sedikit atas hal-hal yang terjadi belakangan ini.

Kenaikan harga minyak dunia, yang melambung begitu rupa telah menjadi masalah di banyak negara dari berbagai belahan dunia, tak hanya di negara-negara berkategori miskin dan berkembang seperti halnya negara-negara di Asia dan Afrika, namun juga terjadi di negara-negara maju Eropa, seperti halnya di Inggris yang memicu demonstrasi dan aksi mogok kerja para supir truk.

Apakah yang menyebabkan harga tersebut naik? harga tersebut naik setelah terhembus kabar bahwa pasokan minyak dunia berkurang sedangkan permintaan bertambah, apalagi dengan perkembangan pembangunan di RRC yang sedemikian pesatnya dan membutuhkan minyak dalam jumlah besar. padahal OPEC sendiri menyatakan bahwa suplai minyak masih dalam jumlah yang cukup. Namun, nampaknya para spekulan tak tahan untuk segera melakukan aksi spekulasinya, akibatnya harga minyak dunia meroket dengan cepat. Dan kemudian gejolak terjadi di mana-mana.

Kita tentu mengetahui istilah penjahat ekonomi, atau seperti istilah yang digunakan oleh John Perkins : Economic Hit Man. para penjahat ekonomi inilah, para spekulan inilah yang menyebabkan dunia kacau balau, tentu saja dengan agenda-agenda tersembunyi guna melancarkan pendirian korporasi global yang mencengkeram dunia, dan kita semua sudah mahfum, siapakah dibalik para economic hit man tersebut.

Yang sangat disayangkan adalah, para mahasiswa yang katanya agen intelektual itu melakukan demonstrasi dengan cara --meminjam istilah rektor UKi-- yang tidak elegan, dan cenderung (bahkan sudah) anarkhis. Puncaknya adalah "penyerangan" oleh pihak POLRI ke sebuah universitas nasional.

Setelah terjadi insiden ini, kemudian orang-orang sedikit mempolitisasi, dengan berbicara bahwa POLRI melanggar HAM, kampus adalah kawasan otonomi yang POLRI tidak bisa dan tidak boleh memasukinya, dan lain sebagainya. kebanyakan komentar yang menyudutkan POLRI tersebut adalah dilakukan oleh --katanya-- para wakil rakyat --yang katanya lagi : terhormat-- juga oleh orang-orang yang mengaku ahli disuatu bidang, yang punya institut-institut sendiri.

Sebagaimana yang telah saya peringatkan dalam tulisan sebelumnya, bahwa aksi-aksi masa yang cenderung rusuh dan anarkhis belakangan ini rawan untuk disusupi infiltrat-infiltrat yang ingin memecah belah bangsa. Namun nampaknya para mahasiswa masih merasa dirinya paling benar sehingga ketika ada pihak yang menyatakan bahwa aksi-aksi tersebut rawan disusupi, mereka membantah dengan keras dan kemudian terbuktilah analisis tersebut. bahwa ada yang mengail di air keruh, memanfaatkan situasi untuk melakukan sebuah usaha cipta kondisi demi kepentingan tertentu. Salah seorang infiltrat telah tertangkap kamera wartawan, pria berkaus hitam, menendang seorang IPDA dan memprovokasi untuk melakukan penyerangan serta pemukulan.

Prie GS telah menuliskan dengan apik, akibat yang ditimbulkan ketika manusia berkumpul menjadi sebuah massa, yaitu kencederungan untuk terjadi perubahan perilaku, dari yang intelektual dan ramah, menjadi ganas dan beringas. inilah yang terjadi dalam demonstrasi-demonstrasi mahasiswa akhir-akhir ini.

Kecenderungan yang terjadi saat ini adalah, demonstrasi tak lengkap tanpa membawa bom molotov, sebagai  pertahanan dan aksi beladiri katanya. demonstrasi tak sempurna tanpa memblokade jalan dengan membakar ban bekas bahkan menebang pohon dan membakarnya. Tak peduli bahwa kemacetan demikian mengular, para pengendara harus rela membuang bahan bakarnya untuk situasi yang tidak jelas.

Apakah ini sikap seorang agen intelektual? mungkin iya, bagi mahasiswa berpikiran sempit dan bodoh, yang kuliah pun jarang masuk, titip absen menjadi adat, nilai dan prestasi demikian kurang bahkan boleh dibilang nol, sehingga predikat mahasiswa abadi pun melekat, buat mereka yang hobi merokok dan dugem, bahkan pesta miras serta narkoba.

Apa yang saya katakan pun terbukti, dengan melihat jawaban salah seorang wakil mereka ketika di wawancara televisi, misalnya kenapa harus berdemonstrasi malam hari, padahal para mahasiswa sudah tahu aturan yang telah ditetapkan, agar tidak demo saat malam hari? jawabnya sungguh tidak nyambung dan sangat lucu, yaitu : kenapa SBY JK harus mengumumkan kenaikan BBM di malam hari. jawaban konyol yang sangat tidak sinkron dengan pertanyaan yang diajukan. contoh lain mahasiswa tersebut mengatakan bahwa aktivitas mereka di malam hari tersebut tidak mengganggu warga, buktinya tidak ada warga yang mendatangi mereka. aneh dan lucu, ketika warga merasa terganggu, tak ada aturan yang mengharuskan mereka mendatangi mahasiswa, warga bahkan bisa melaporkan kepada aparat dalam hal ini polisi ketika mereka merasa terganggu.

Disuatu saat  ketika terjadi blokade jalan dengan pembakaran ban bekas serta pohon, salah seorang mahasiswa dari front yang cenderung kiri mengatakan bahwa inilah wujud protes dan kemarahan rakyat. Aneh bukan, semua mengatakan atas nama rakyat, namun tindakan yang dilakukan tak mencerminkan aksi pembelaan terhadap rakyat, bahkan rakyat marah dan kecewa kepada mereka yang telah mengakibatkan kerugian bagi warga masyarakat, baik waktu, tenaga, serta BBM (yang para mahasiswa demikian bodoh, tidak tau bahwa kemacetan yang ditimbulkan telah membuat BBM digunakan sia-sia, yaitu hanya untuk membakar ban, dan mobil yang tetap menyala sedangkan mereka terjebak kemacetan). Pembakaran pohon, pun setali tiga uang. di saat warga dunia berkampanye go green, global warming, para mahasiswa bodoh itu secara nyata-nyata menyelisihi apa yang warga dunia kampanyekan.

Contoh yang lain adalah statment bahwa kampus adalah lembaga otonomi dimana hanya rektor yang berkuasa, sementara polisi tidak boleh masuk ke kampus, hal ini diperparah dengan pernyataan salah seorang anggota DPR dari fraksi sebuah partai --yang katanya partai Islam-- yang menyatakan bahwa polisi melanggar otonomi kampus. Hal ini aneh, sejak kapan kampus mempunyai imunitas yang demikian besar hingga kebal sebagaimana kedutaan besar sebuah negara?  Apakah  sebenarnya yang dimaksud dengan otonomi kampus? seharusnya otonomi kampus dimaknai  dengan  pengertian bahwa kampus  berhak mengatur  sendiri  kehidupannya  yang terkait dengan  masalah  pendidikan, bukan artinya  polisi tidak bisa masuk  ke kampus, apalagi untuk  melaksanakan  penegakan  hukum,  jika  pengertian  otonomi kampus itu kampus adalah lembaga yang polisi tidak boleh menyentuh, maka kampus akan menjadi sarang para penjahat, mulai dari narkoba, pembunuhan, pemalakan, hingga korupsi, dan plagiarisme.

Situasi sulit yang terjadi, tak hanya di Indonesia namun juga di dunia, maka sudah seharusnya --sebagaimana yang dikatakan Renald Kasali, di sebuah acara talk show-- bahwa kesulitan yang terjadi ini harus dimaknai secara positif, tak hanya dimaknai secara negatif. Ya maknailah secara positif, inilah saat-saat dimana para mahasiswa harus menunjukkan kekreatifan dan kualitas intelektualnya, dengan aksi nyata yang konstruktif, dan positif, bukan aksi negatif seperti demonstrasi.

Ada sebuah komentar yang sangat menggelitik mengenai kenaikan harga BBM yaitu : orang-orang aja banyak yang rela untuk membeli rokok satu pak dengan harga lebih mahal dari BBM, mengapa banyak yang protes jika BBM naik? padahal harganya masih lebih murah dari satu pak rokok.

Harusnya mahasiswa malu dengan seorang disebuah daerah jawa tengah bisa mengembangkan bioetanol dengan baik, dan berhasil mengajak masyarakat
untuk beralih ke energi alternatif tersebut. Harusnya mahasiswa menundukkan kepala, dan merasa tersendiri, dengan hasil karya seorang montir yang menciptakan alat penghemat BBM, dengan ide dari lampu petromak saja. Mana karya nyata mahasiswa yang demo itu? ada? tidak, karena merekalah orang-orang emosional, yang bertindak anarkhis, yang tidak mau menggunakan kreatifitasnya untuk melakukan sebuah inovasi yang positif.

Maka jangan engkau tanya apa yang telah negara berikan padamu, namun tanyalah apa yang telah engkau berikan pada negara.

Akhir kata, mari lakukan karya nyata, dimulai dari hal kecil dari diri kita sendiri. waspadalah dengan aksi-aksi para infiltrat yang ingin memecah belah bangsa baik dengan lisan maupun perbuatan.

Merdeka!!


Posted by ::aPa AdAnYa:: at 07:10 pm
Comments (3)


Saturday, May 10, 2008

negeri


pernahkah kita khawatir dengan situasi-situasi yang berkembang di tanah air saat ini? pernahkah kita memperhatikan sebenernya ada apakah gerangan dengan banyaknya bentrokan dan kerusuhan yang terjadi?

jika kita menyadari, maka seharusnya kita khawatir...apakah situasi yang sperti ini bukan merupakan sebuah cipta kondisi?

maka berhati-hatilah...supaya kita tidak gampang terprovokasi, apalagi dengan sikon di mana pemerintah berencana menaikkan harga BBM.

hati-hatilah dengan usaha cipta kondisi yang dilakukan oleh infiltrat-infiltrat yang hendak mengacaukan negeri ini.

inilah negerimu, hendaknya engkau menjaganya...

inilah negerimu, hendaknya engkau turut membantu pemerintah mewujudkan keamanan dan kesejahteraan rakyat

negeri ini tak hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun aku, engkau, dan kalian semua.

inilah negeri kita


Posted by ::aPa AdAnYa:: at 06:01 pm
Comments (2)


Sunday, May 04, 2008

taklid


klo berbicara soal taklid buta, mungkin orang Indonesia adalah jagonya hehehe, setidaknya sebagian besar masyarakat di indonesia , karena dianggap tokoh besar, keturunan si a atau si b, lantas diangap setiap apa yang diucapkannya adalah sabda yang tak boleh ditolak, setiap pemikirannya adalah benar meskipun itu salah, bahkan air bekas minumnya saja dianggap bertuah. hingga tak heran jika kemudian di salah satu perhelatan yang digelarnya--yang menjadi berita di koran-koran belakangan ini--salah satu pendukungnya, menyanyikan lagu yang berjudul manusia setengah dewa, sebagai sanjungan terhadapnya.

klo kita mencermati apa-apa yang dikatakannya, bukan pencerahan yang kita dapatkan, melainkan hanya banyolan, dagelan murahan yang lebih banyak mudhorotnya terutama perkataan-perkataannya mengenai islam, yang justru banyak bertentangan dengan islam. namun lagi-lagi, sebagian masyarakat, terutama yang mempunyai darah kental sebagai pendukungnya, tak mau berpikir jernih, menimbang setiap ucapan yang keluar dari mulutnya. "Ini kata ulama besar" ucap mereka. Apakah orang yang demikian pantas disebut ulama? saya rasa tidak. lihat saja, yang dilakukannya sering kali membuat kisruh sebuah organisasi, main pecat sana-pecat sini, dengan alasan yang sederhana saja, dia sudah tak percaya. dan saya pun hanya bisa tertawa, dagelan konyol sedang dipentaskan di negeri ini.

si tokoh satu ini sebentar lagi akan menerima penghargaan dari sebuah LSM internasional bernama Simon Wiesenthal Center yang bermarkas di Los Angeles. Padahal jelas-jelas ini adalah sebuah LSM Yahudi. Pada kolom about us di situs resmi LSM tersebut terpampang jelas kalimatnya "Simon Wiesenthal Center adalah organisasi internasional HAM YAhudi yang didirikan untuk memperbaiki dunia selangkah demi selangkah. Kalimat lain di dalam profilnya justru lebih jelas lagi : "Berdiri bersama Israel, membela keselamatan umat yahudi di dunia, dan mnegajarkan hikmah holocaust pada generasi mendatang". tapi kita memang tak perlu heran, si tokoh ini memang punya hubungan sangat dekat dengan yahudi. kita pun telah mengetahui, hubungannya dengan salah satu mantan perdana menteri Israel, kita pun tau bahwa si tokoh ini menjadi pernah di baiat menjadi salah satu laskar agama lain.

dosen saya, seorang ahli saraf, dan juga seorang psikiatri pernah menyatakan bahw asi tokoh ini memang otaknya sudah tidak beres, sudah beberapa kali terkena serangan stroke, dan juga secara psikiatri sebenarnya sudah tidak kompeten, apalagi untuk memimpin sebuah negara. maka tak heran setelah mengeluarkan pernyataan tersebut, dosen saya, yang juga purnawirawan pamen angkatan darat kemudian di panggil oleh pihak berwajib. hehehehe.

suatu cerita lain, salah seorang teman dosen saya yang lain, pernah menjadi dokter pribadinya, suatu ketika, saat menjelang sholat jum'at, si dokter ini bertanya : kok si tokoh tidak sholat jum'at?" di jawab oleh salah seorang loyalisnya yang juga bekerja di situ "oh si tokoh mah sholat jum'atnya langsung di mekkah, jiwanya langsung terbang ke sana". sakit jiwa memang.

apakah masyarakat kita yang taklid dengan setiap perkataannya tanpa memandang benar dan salahnya juga sakit jiwa?  entahlah..


Posted by ::aPa AdAnYa:: at 09:53 am
Comment (1)


Tuesday, March 25, 2008

sekali lagi tentang korupsi


"6700 rupiah". begitu yang diucapkan oleh seorang kasir di sebuah mini market dekat tempat saya tinggal, padahal sangat jelas yang tertera di layar komputer adalah Rp. 6.625. trus yang Rp. 75 apaan? tau deh

jelas yang 75 adalah korupsi, nilai yang sangat kecil sebenarnya, tetapi ketika hal tersebut adalah keseharian, yakni kebiasaan dalam suatu kali transaksi, maka bisa dibayangkan berapakah uang yang dikorupsi oleh mini market? berapakah keuntungan yang didapat oleh mini market dalam satu hari??

apa alasan mini market berbuat demikian (saya rasa bukan cuma mini market saja, supermarket pun berbuat demikian)? ga ada kembalian? kalo emang ga ada kembalian, dengan alasan pemerintah sudah tidak mengeluarkan uang pecahan Rp 25, atau Rp 50 maka tidak usahlah membuat harga dengan akhiran pecahan segitu, bulatkan saja. maka menjadi jelas bahwa harganya adalah x rupiah, dan jelas keuntungan si mini market. jikalau masyarakat setuju dengan harga x dan kemudian membayar, ini bukanlah suatu kecurangan, tetapi memang sudah menajdi kesepakatan antara penjual dan pembeli

apa yang dilakukan oleh mini market adalah sebuah kecurangan, sebuah korupsi yang bertujuan hanya keuntungan semata. coba kalo situasinya dibalik, ketika saya berbelanja menghabiskan Rp.6.625, maukah mini market tersebut membulatkan hanya Rp. 6.600 saja? saya rasa tidak! kalaupun ada, hanyalah sedikit.

katanya negara ini sedang berperang melawan korupsi..bahkan dalam salah satu headline surat kabar hari ini, jelas terpampang judul KPK akan menangkap tersangka korupsi baru.

maka salah siapa korupsi itu? apakah hanya salah pejabat saja? tidak! sesungguhnya negara menjadi korup karena rakyatnya juga korup, tidak mungkin rakyat yang baik-baik akan memilih pemimpin yang korup, pun berlaku sebaliknya.

bagaimana kita mau memberantas korupsi, jikalau kita sendiri pun masih bersikap sebagai koruptor-koruptor kecil. padahal yang kecil itu lama kelamaan akan menjadi besar, untuk kemudian mendarah daging, dan menggerogoti bangsa ini menuju sebuah ambang kehancuran.

jadi?




Posted by ::aPa AdAnYa:: at 01:24 pm
Make a comment


Friday, March 21, 2008

better


saya senang sekali ketika membaca buku-buku tulisan atul gawande, seorang residen bedah, mungkin sekarang udah selese pendidikan yah.

dia berani menuliskan kisah-kisah dibalik jas dokter, kisah-kisah di rumah sakit, tentang kehidupan para pekerja kesehatan, mulai dari yang bener maupun sampe ga bener.

baru-baru ini saya membeli buku kedua dia yang judulnya better (buku yang pertama berjudul komplikasi), cepat juga diterjemahinnya, padahal baru beberapa bulan yang lalu saya lihat iklannya di salah satu jurnal ilmiah populer kedokteran, dan tentu saja yang diiklankan adalah versi aslinya yang berbahasa londo hehehe.

Yang menarik adalah ketika dr atul gawande berbicara membuka buku tersebut. pembicaraannya adalah seputar gimana siy dokter itu.

dan karenanya, saya menemukan jawaban atas tulisa2 saya yang lumayan pedes soal dokter dan perawat hehehe.

ya sudah..mo lanjutin baca better dulu, lain kali saya ceritakan salah satu kisahnya di sini


Posted by ::aPa AdAnYa:: at 11:59 am
Make a comment


Monday, March 17, 2008

dokter oh dokter


Apakah yang paling penting dalam menjadi seorang dokter? otak dan kepintaran? ataukah keterampilan dan kecekatan kita dalam bertindak menyeselesaikan masalah?

Bukan!!

Yang paling penting dalam hal menjadi seorang dokter adalah satu : Moral!!
Ya moral, itulah hal yang sangat penting dan mendasar ketika seorang memutuskan untuk berkecimpung dalam dunia kesehatan (dan harusnya juga bidang-bidang yang lain). Moralitas adalah diatas kepintaran dan keterampilan. Moralitas adalah panglimanya, yang didukung oleh prajurit pikiran dan prajurit keterampilan.

Lihat saja wajah dunia kesehatan kita, morat-marit...tak hanya dokternya, namun juga perawat. Sudah menjadi rahasia umum jika pelayanan di RSUD sedemikan bobroknya, hingga masyarakat pun hafal...oh..di RS A dokternya tidak peduli ma pasien, di RS B perawatnya judes dan galak-galak.

Demikianlah yang terjadi..demikianlah fakta yang tersajikan...dan demikianlah keseharian  yang ada...

JIkalau orang sakit rewel..itu sangatlah wajar dan manusiawi..yang menurut maslow adalah sebuah kebutuhan dasar berupa kasih sayang. JIka seorang pasien menuntut apa yang terbaik buat dirinya, maka itu pun sebuah kewajaran yang alami, karena si sakit memang menuntut sebuah perhatian, tak hanya urusan medis, namun yang lebih penting adalah hal-hal yang terkait dengan psikis seorang yang menderita sakit.

Mengapa banyak orang lebih mempercayai pengobatan alternatif yang terkadang (bukan terkadang lagi, lebih sering malah) di luar nalar dan sama sekali tidak rasional? Mengapa kepercayaan masyarakat kemudian turun? padahal dokterlah yang belajar segala tetek bengek tubuh manusia, dari mulai yang fisiologis hingga yang patologis.

Karena dokter tidak peduli!! itu jawabannya.

Ya, kecenderungan yang ada sekarang adalah kekurang pedulian (jika tidak boleh dikatakan tidak) akan seorang pasien. Banyak dokter yang terlalu sibuk dengan dirinya sendiri, tidak mau mendengar apa yang dikeluhkan dan ditanyakan seorang pasien, "Pasien saya banyak" begitu acap kali alasan yang keluar dari mulut seorang dokter.
Belum lagi jika yang datang adalah pasien dari keluarga miskin, hingga sampai ada dokter yang enggan menyentuh pasien tersebut, enggan visite hingga beberapa hari, dan yang paling parah meresepkan obat-obat paten yang membuat pasien sulit untuk menebusnya. Tak heran jika banyak keluarga pasien gakin berkata : "gimana mau nebus obat segini mahalnya, sedangkan penghasilan keluarga saya, tidak sampai segini, buat makan aja susah". dan saya pun hanya bisa terdiam, menyaksikan hal-hal yang memang di luar kewenangan saya ini...

Mengapa hal-hal tersebut bisa terjadi? apa yang salah?

dunia pendidikan kedokteran kita kah yang salah? barangkali iya

sesungguhnya saya sudah terlalu muak dengan sistem pendidikan kedokteran di indonesai yang sangat feodal, yang seringkali tidak menghargai para mahasiswa, hingga cenderung melecehkan dan memeras para mahasiswa, baik mahasiswa pendidikan dokter umum, maupun pendidikan spesialis.

Begitu banyak uang yang harus dikeluarkan, lebih sering untuk hal-hal yang sifatnya bukan untuk pendidikan si mahasiswa, tapi untuk hal-hal yang ga jelas.

Bagaimana mungkin nilai bagus dari suatu mahasiswa ditentukan oleh traktiran si mahasiswa kepada perawat. Sedangkan sering kali si perawat kerja dengan seenak perutnya sendiri, tida becus, dan hanya cari muka saja, kepada dokter konsulen. Apakah yang demikian dapat dipercaya?
Bagaimana mungkin kelulusan seorang mahasiswa ditentukan oleh kemampuan dia menjilat sana sini
Apakah bisa dipercaya?
Namun yang demikian adalah benar adanya, real, nyata terjadi!!

Maka tak heran, jika kelak dikemudian hari kita menemukan banyak dokter -dokter bermental korup dan kejar setoran, tak peduli dengan pasien, hanya peduli dengan hal memperkaya dirinya sendiri.

Menjadi dokter adalah sebuah pilihan. Yang ketika sudad mantap untuk berkecimpung di dalamnya, maka tanggalkanlah bahwa yang no1 adalah bagaimana mengembalikan uang yang telah dikeluarkan selama pendidikan.

bagaimanapun dokter adalah sebuah profesi mulia, yang sebenarnya kemuliaan itu ditentukan bagaimana seorang dokter bersikap, bertindak, dan kepeduliannya akan pasien.

Meski memang tak semua dokter dan perawat bersikap demikian, namun sebagian besarnya adalah demikian.

semoga kita semua dapat menyaksikan perubahan-perubahan tersebut, hingga profesi dokter indonesia tak lagi dilecehkan, bahkan oleh masyarakatnya sendiri, yang lebih suka berbondong-bondong berobat ke tetangga.

Jikalau kita telah memutuskan untuk berkecimpung dalam dunia kesehatan, lakukanlah yang terbaik, lakukanlah dengan sepenuh hati, hingga pasien betul-betul merasa nyaman, dan segera sembuh dari sakitnya, insya ALLAH. BUkankah kita begitu bergembira jika dapat melihat wajah yang semula kuyu dan lesu, menjadi cerah ceria? maka begitu banyak pahala yang akan mengalir jika kita mampu bersikap demikian

*terima kasih untuk sikap bijak seorang dokter jantung di RSBA



Posted by ::aPa AdAnYa:: at 11:44 am
Comments (2)


Monday, January 28, 2008

sedikit waktu


Ternyata sudah sangat lama, saya tak aktif di dalam dunia blogging (emang dari dulu juga ga gitu aktif ding Big Smile ).

Banyak sebenernya yang mau saya ungkapkan di sini, terutama selepas stase pediatri beberapa bulan yang lalu. beberapa waktu yang lalu sebenernya mau nulis tentang seorang pasien leukemia yang meninggal karena infeksi sekunder pseudomonas. saya ingin berbicara tentang banyak hal mengenai anak itu, soal ayahnya yang rela dan setia menunggu si anak, tentang keceriaannya ketika akan pulang sewaktu lebaran tiba (tapi akhirnya tidak jadi), hingga saat-saat akhir dari hidupnya, api entah mengapa belum ada mood buat nulis, mungkin karena terlalu capek ajah kali yah hehehe.

Begitu pula waktu anestesi, hampir-hampir ga ada waktu buat nulis, sering banget pulang malam, karena operasi yang selesainya juga sore banget, mpe maghrib juga. jadi sampai rumah juga udah tepar.



Ya gitu dulu deh


Posted by ::aPa AdAnYa:: at 03:43 pm
Comments (2)


Saturday, October 06, 2007

Anak oh Anak..


percaya ga siy kalo ngurus anak tu ribet, capek, kadang (ato sering?) bikin bete. Kalo saya sih percaya banget, coz kadang2 kita ga bisa menerjemahkan bahasa anak2 dalam pemaknaan yang kita pahami. kerasa bener deh susahnya, apalagi 2.5 bulan ini saya bener-bener hidup buat ngadepin anak-anak, dari yang anteng-anteng ajah mpe yang baru aja ngeliat kita langsung huaaaa...... Beda banget sama pas di radiologi, yang nyaris mati kutu saking bosennya. Hehehe...

Tapi ada beberapa sisi juga loh yang menyentuh...misalnya bayi-bayi yang ditinggalin gitu ajah ma orang tuanya, yang bikin meradang juga ada, ibu-ibu yang ganjen dan jorok, gimana anaknya bisa sehat, wong ibunya ajah ngajarin (secara tidak langsung) yang begitu. Lalu ada juga bayi-bayi yang akhirnya plus alias meninggal dalam usia masih sekecil itu.

yah..gitulah anak-anak...dengan dunianya..kadang bikin kita ketawa, bikin sedih juga, dan bikin gondok juga kalo tiba-tiba jadi si cengeng hehehehe. Tapi kita mungkin dulu juga seperti itu loh..=D


.::adecantik&ndacakep::.
dedicated for our dede-dede


Posted by ::aPa AdAnYa:: at 02:02 pm
Make a comment


The Wild Flower
aku hanyalah seorang pemuda, seorang muslim yang mencoba tegak di atas manhaj yang haq, manhajnya para sahabat.........

lagi belajar di sebuah universitas, yang kata orang kampusnya pahlawan reformasi........belajar biar jadi dokter biar berguna bagi diri ku sendiri, keluarga, orang lain, islam dan kaum muslimin......................



In My Garden
<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30
Daily Reads









Member Of

BloggerFamily





kawan-kawan
Ade Cantik
uNi
assa solo
dh devita
al harits
ellya
alice
abu fauzan
arimbi
arifiani
femi
sohibi
affan
andi
aisyah azzahra
dina
mita
Rin^
n0va
pitt
oMbOlOt
linda
imponk
ummu nabila
mas anom
zubia
evy
ARS
arief
arie
dwi agus
mimin
fajar
abu husain
firman
gitafh
yaya
lucy
marjan
luthfie
ephays
Dr Rosalina
wasugi
pray
herlin
ricki


.::islam::.


salafy
asysyariah
Shaff
salafy corner
kajian online


.::kedokteran::.


emedicine
infeksi
depkes
Dokter Emergensi
Dokter Saraf
Emergency Medicine&Care
Highwire Free Articles
KesGadar-DKI
prof iwan darmansjah
IDI
Badan POM
Mayoclinic
MedicaStore
Medicalstudent




::POLISI::







::INTELLIGENCE::





Tagboard
   
Contact Me
If you want to be updated on this weblog Enter your email here:
Credits
Template: elementopia
Image: image cafe
Edited by:
BLOGDRIVE
TEMPLATES
Elementopia : Wild Flower

Blogdrive
rss feed