|
Friday, October 09, 2009
Hari Kesehatan Jiwa
besok 10 oktober adalah hari kesehatan jiwa.....seperti yang sudah saya tulis sebelumnya...di dalam tubuh yang sehat belum tentu terdapat jiwa yang sehat pula....akan tetapi jika jiwa kita sehat, insya Allah kita dapat hidup lebih sehat. Lihat dong para motivator-motivator yang banyak sekarang ini...sesungguhnya anda, kita pun bisa seperti mereka, asal mau berpikir positif, dan memandang masalah tak hanya dari satu sudut saja, namun melainkan meta analisa. Dari pada membuat para motivator makin kaya, lebih baik kita membangun jiwa yang sehat, jiwa yang positif, sehingga kita pun bisa sukses, dalam hidup.....kegagalan bukanlah sukses yang tertunda....gagal adalah gagal...yaitu suatu episode di mana kita mendapatkan suatu pelajaran untuk dipetik, untuk dievaluasi...sehingga kita tidak terjerumus ke dalam lubang yang sama....gagal dalam suatu urusan bukan artinya tamat segala-galanya. Jadi tidak usah takut gagal, gagal itu biasa. So, mari kita motivasi diri kita untuk menjadi pribadi yang positif, pribadi dengan status ego yang baik, sehingga kita dapat menjalani hidup yang lebih baik lagi, dan selalu belajar...belajar...dan belajar. Jiwa yang sehat menderita tanpa mengeluh , jiwa yang sakit mengeluh tanpa menderita Posted by ::aPa AdAnYa:: at 08:50 pm Make a comment Permalink Wednesday, July 22, 2009
Hawa Pagi ini..pukul setengah dua..aku masih saja belum terlelap..tak henti-henti menatapmu dalam tidur..lucu sekali..dan aku masih tak percaya..seorang hawa telah bersedia berjalan bersamaku..dan itu adalah engkau Posted by ::aPa AdAnYa:: at 02:27 am Make a comment Permalink Wednesday, June 17, 2009
Syarat & Ketentuan Berlaku Sebel ga sih melihat tanda bintang kecil pada promo2 yg ada diberbagai media? Syarat dan ketentuan berlaku...begitu kalimat dibalik bintang kecil. Tak mau rugi,itu prinsip yg dipegang oleh pembuat promo dalam menarik konsumen.
Dalam kehidupan sehari2 pun terjadi tanda bintang kecil tersebut...seolah2 kita tak pernah tulus dalam urusan yg sedang dihadapi.
Sejujurnya saya merasa sedih dg hal2 seperti ini. Apalagi jika stempel sudah didapatkan...susah deh...pencuri yang bertaubatpun akan tetap dapat stempel itu, meski tak pernah lg mencuri. Tak dapat percaya,mungkin ini adalah kuncinya.
Seperti halnya saya...meskipun saya meyakini sesuatu yg saya yakin benar, tapi saya masih diragukan,tak tulus diterima..hanya karena salah satu ortu saya punya keyakinan yg berbeda. Apakah perbedaan ini adalah ukuran tingkat pemahaman seseorang? Apakah orang seperti saya pasti rendah pengetahuannya dalam keyakinan tersebut? Padahal tidak selalu demikian...banyak juga orang2 semacam saya punya pemahaman yg jauh lebih bagus dari pada orang2 pada umumnya yang sekedar berkutat pada ritualitas rutin dan garis keturunan..yg sering tidak
menyadari apa,mengapa,dan bagaimananya pilihan keyakinannya tersebut.
Sebagaimana semboyan tentara : ragu2 kembali saja, maka jika kita ragu alangkah baiknya tidak diterima atau tinggalkan secepatnya. Bagaimanapun saya hanya belajar untuk menerima apa adanya segala sesuatu dg lebih dan kurangnya, sebagaimana saya ingin diterima dg apa adanya pula, itu saja. Posted by ::aPa AdAnYa:: at 09:36 pm Comments (2) Permalink Tuesday, June 02, 2009
antara kuli dan dasi melihat iklan teh botol sosro yang baru...persis dengan apa yang saya pikirkan...bahwa semua orang apapun pekerjaannya mempunyai peranan dalam kehidupan bangsa ini....tak ada bedanya antara pekerja kasar, dan pekerja berdasi...semua mempunyai fungsi dan peran masing-masing hanya saja, terjadi pergeseran cara memaknai kedudukan pekerja kasar dan pekerja berdasi.....beda status sosial..begitu cara gampang untuk menyebutnya....penyapu jalan sering dihina dina, dinistakan, sedangkan yang kerja kantoran dipuja-puja, padahal semua sama....(bersambung...) Posted by ::aPa AdAnYa:: at 09:17 pm Make a comment Permalink Tuesday, April 21, 2009
petaka--episode 2 Sebenarnya si pembawa petaka bagi sebuah
bangsa adalah kelompok warga negara yang hanya gemar bercatur dalam
ranah politik. Mereka tidak pernah sudi menabur benih, membuat batu
bata, atau pun menenun jubah -KG- kembali saya kutip kalimat bagus di atas....tampaknya itulah yang terjadi di indonesia sekarang....para poli-tikus banyak yang pada berantem sendiri..masing-masing saling kecam....pada stress-depresi dengan episode psikotik yang menyeruak..hingga akhirnya ide bunuh diri terlaksana...ketua kpps diancam bahkan dibunuh...anggota kpu diintimidasi hingga tak sadarkan diri.....apa jadinya negeri ini..uang ratusan milyar sia-sia begitu saja...apa jadinya negeri ini jika yang dibicarakan adalah politik..politik..dan politik...hingga menjadi headline di media masa...partai-partai berebut kekuasaan...hingga yang ngakunya partai islam--dulu siy-- pake ancam mengancam segala, kekuasaan yang diburu...lupa bahwa kekuasaan tak boleh diburu, tak boleh diminta... mari kita menabur benih...membuat batu bata kemudian menatanya menjadi bangunan kokoh...mari menenun jubah..untuk kita semua.. Posted by ::aPa AdAnYa:: at 08:58 pm Make a comment Permalink Monday, March 09, 2009
terhempas badai dua batang cokelat sudah dilahap untuk menjinakkan badai serotonin di dalam otak...sedikit lebih baik memang, dari pada siang tadi... berbagai hal, berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini memang membuat sempoyongan, dan otak dipaksa berpacu lebih keras lagi, jadi tak heran badai menyerang... terlintas dalam pikiran..apakah kondisi bipolar sedang naik ke permukaan? kondisi manik depresif plus paranoid memang nampaknya sedang berkobar... tugas yang menumpuk, case dan case...jurnal, harus telp konsulen, mpe ngurusin lcd, ato ohp, belum lagi urusan si prof yang ngambek, dan seorang teman yang juga ikutan ngambek karena merasa dirinya dikorbankan..dan kemudian menyalahkan saya, meski tak terucap lewat bibirnya, namun sikapnya menunjukkan demikian. lalu mengapa saya juga tak boleh merasa dikorbankan?? entahlah seakan saya tak punya hak untuk itu...merekalah yang memilih, mereka yang mengorbankan saya...tapi toh mereka tetap tak mau mendengar apa yang saya katakan... belum lagi urusan tetek bengek buat acara nanti, kapan pulang, kapan ukur baju, kapan ngurus surat2, kapan bikin acara buat ijin melangkahi, kapan ketemu dengan fulan, .....aaaaahhhhh....semuanya membuat badai makin menggila...konsentrasi terpecah...belajarpun tak masuk ke otak.... ***sepertinya terjadi flight of ideas yah? ato mungkin malah inkoherensi??*** entah kenapa saya tak bisa menikmati hingar bingar, yang katanya bikin deg2an....entah kenapa saya jadi tak menikmati hidangan ilmu yang diberikan...malah yang dirasa adalah otak ini diperas, sementara jasmani pun demikian....berangkat sangat pagi, pulang malam, dengan tugas segunung...dengan masih kepikiran hal-hal lain membuat tubuh yang sakit ini menjadi lebih terasa sakit... tapi toh tak ada yang peduli..justru keluar kalimat : bener2 sudah mantep? saya makin emosi.....saat badan lelah, kurang tidur setelah jaga, masih harus disuguhi kalimat-kalimat tak enak..egoislah..apalah...meremehkanlah..apalah... sungguh aku sedang capek...aku tak sedang sekolah jurusan ekonomi yang nyantai, aku tak sedang sekolah jurusan hukum, aku tak sedang sekolah jurusan kesenian yang bisa kabur seenaknya... aku sedang menjalani sekolah dimana subyektifitas demikian tinggi, dan di nilai sebagai attitude yang dapat memporak porandakan semuanya....aku sedang sekolah dimana sakit, izin tak menjadi alasan untuk keringanan...absen lebih dari 2 hari dengan alasan apapun = mundur. sementara masalah finansial pun setali tiga uang...makan atau beli buku atau buat bikin tugas...tinggal pilih..bikin tugas, dimana harus print berlembar2, fotocopy 14 kali 15 lembar, ongkos ketik di warnet = kurangi jatah makan jadi 1 kali, dan tidak beli buku...beli buku = tidak makan, apalagi bikin tugas, dan seterusnya. sementara kepala semakin sering terasa sakit, karena pandangan makin kabur, sementara alat bantu sudah tak lagi memadai, sepatu sudah sobek, kalo hujan, dan ada genangan kaki menjadi basah kuyup dan bau, tas hancur, namun semuanya belum bisa diganti mengingat hal-hal di atas. sementara...(huh kenapa ada pengulangan terus menerus...mang bener jiwa ini sudah sakit!)... benjolan pun tampaknya makin besar, disusul batuk yang makin mengganggu... hingga badai pun semakin hebat terasa....saya tak mau dijejali antidepresan maupun antianxietas..cukup yang alami : cokelat (disamping mang tu obat2an harganya selangit). *** bisakah acara nanti berlangsung sederhana..tanpa harus memakai baju berharga jutaan, tanpa dengan embel-embel kemewahan...tanpa tetek bengek acara yang gak penting...mulai dr souvenir hingga apalah namanya aku hanya ingin sesuatu yang sederhana, sesuatu yang tak membuat banyak orang mengurungkan niat karena merasa belum mapan..sesuatu yang barokah, yang sesuai dengan apa yang diajarkan oleh suri tauladan kita... aku hanya ingin segera, secepat mungkin menyelesaikan sekolah omong kosong ini! yang membunuh waktuku... **** dan sekarang aku terhempas badai, tanpa ada yang peduli... Posted by ::aPa AdAnYa:: at 07:59 pm Comments (2) Permalink Sunday, December 14, 2008
Petaka Sebenarnya si pembawa petaka bagi sebuah bangsa adalah kelompok warga negara yang hanya gemar bercatur dalam ranah politik. Mereka tidak pernah sudi menabur benih, membuat batu bata, atau pun menenun jubah -KG- Posted by ::aPa AdAnYa:: at 07:14 pm Make a comment Permalink Wednesday, November 19, 2008
Rokok (bag 2) Tampaknya jumlah orang indonesia dengan gangguan jiwa semakin meningkat, baru-baru ini diberitakan ada seorang jamaah haji yang kabarnya bunuh diri..jauh-jauh ke tanah suci,namun justru menyia-nyiakan kesempatan,kalau benar itu bunuh diri,tentulah kita semua prihatin.
Begitu juga masalah merokok,yang saat ini kembali heboh dengan razia. Merokok adalah salah satu bagian dari gangguan jiwa yaitu ketergantungan pada zat aditif,dalam hal ini nikotin. Namun banyak kalangan di masyarakat,hal ini biasa saja,berbeda dengan narkoba..padahal merokok adalah salah satu gerbang menuju penyalahgunaan psikotropika.
Ada komentar menarik dalam tulisan saya tentang rokok sebelumnya,katanya ulama mengharamkan rokok,karena gak kebagian enaknya. Komentar yang menggelitik yang tampak menggunakan ego kanak yg kuat,dan terlihat sebagai mekanisme defensi dari seorang perokok yang merasa terganggu dengan adanya fatwa haramnya rokok. Para ulama berfatwa bukan tanpa dasar,namun dengan dasar fakta ilmiah baik dari sisi agama maupun medis. Sisi agama diwakili dengan beristidlal berdasar alqur'an dan sunnah. Sisi medispun sebenarnya sudah jelas..tapi seperti biasa,para perokok menolak,dan beranggapan bahwa selama ini mereka sehat-sehat saja,tapi coba aja kalo disuruh spirometri, fungsi parunya bakal keliatan berkurang.
Nah masalahnya,apakah kemudian razia itu efektif?apakah dilakukan secara berkala layaknya razia lalulintas? Kalau melihat kenyataan bahwa yang merazia jg suka merokok d tempat umum,keknya bakal ga awet tu progam,seperti biasanya,hangat di awal untuk kemudian padam. Posted by ::aPa AdAnYa:: at 09:43 pm Comment (1) Permalink Sunday, November 16, 2008
Kerja keras Saat ini kepolisian republik indonesia sedang ada giat operasi untuk "menghabisi" preman. Ratusan orang ditangkap, sebagian dilepas kembali, sebagian diproses karena membawa sajam, atau karena terlibat dalam kasus-kasus tindak pidana. Tentu masyarakat bersorak girang dengan adanya giat ops ini, keresahan dan ketakutan yang selam ini terjadi, sedikit berkurang untuk sementara waktu, harapannya si selamanya, tapi sepertinya tidak mungkin yah hehehe. Salah satu efek samping yang timbul dengan adanya giat ops ini adalah terjadinya reaksi balasan oleh sejumlah oknum, yang bisa jadi merasa "usahanya" selama ini menjadi berantakan disebabkan oleh "ulah" polisi. Sebagai contoh adalah pembakaran PLTU di banten yang diduga kuat sebagai pembalasan atas giat ops polisi terhadap preman. Parahnya lagi, seorang kepala desa di tempat PLTU sedang dibangun, ikut ditangkap. karena dianggap memprovokasi masa untuk melakukan penyerangan dan perusakan terhadap PLTU. Kenapa ya pak lurah ikut-ikutan? Barangkali pak lurah juga merasa kalo preman anak bauhnya digulung, setoran yang biasanya masuk akan hilang, minimal berkurang...ngamuk deh akhirnya. Apa siy sebetulnya preman itu? kalo mendengar kata ini, persepsi yang hadir di otak adalah kejahatan, tukang palak, jambret, copet, bahaya, tak segan untuk melukai, pengangguran, pendidikan rendah, dan lain sebagainya, Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan sebagai berikut : "pre·man /préman/ n cak sebutan kpd orang jahat (penodong, perampok, pemeras, dsb)". Orang jahat, itu kata kuncinya. Jadi setiap orang jahat bisa dong disebut preman, gak cuma preman kelas teri yang suka beraksi sebagai penjahat jalanan. Para koruptor, plagiat, juga bisa disebut sebagai preman, bahkan mungkin mereka inilah bosnya para preman jalanan itu. Dan preman-preman ini dapat berkedok dengan aneka macam topeng dan jubah, dari sekedar organisasi suku tertentu, pengusaha, dan yang paling memperihatinkan adalah dengan berjubah agama, contoh riilnya kita semua sudah tahu, dan sering mendengar serta melihat beritanya diberbagai media masa di republik ini. Yang jelas, para preman ini adalah orang-orang dengan gangguan jiwa, yakni gangguan kepribadian. Paling sering si orang-orang dengan gangguan kepribadian antisosial, tidak menutup kemungkinan adalah orang-orang dengan gangguan kepribadian paranoid, dan paling serem adalah mereka yang mengidap gangguan jiwa psikopat. Susah ya? ternyata premanisme tak hanya disebabkan oleh masalah ekonomi rendah, ternyata para preman itu tak melulu berpendidikan rendah. namun yang barangkali berperan besar adalah masalah mental/jiwa. adanya gangguan pembentukan kepribadian merupakah salah satu yang menjadi penyebab, dan peran orang tua sebagai pendidik anak-anaknyalah yang sebenarnya sangat berpengaruh, selain lingkungan tempat anak tersebut dibesarkan tentunya. JIka kita berbicara masalah ekonomi sebagai sebabnya, maka yang dapat saya katakan adalah para preman tersebut adalah orang-orang yang malas untuk berusaha, malas untuk bekerja, alasannya sangat klasik, lapangan kerja yang terbatas ditambah ketiadaan modal, plus ngakunya tidak berpendidikan karena biaya sekolah sangat mahal, tidak ada sekolah yang gratis. Sebenarnya merupakan suatu kesalahan tatkala ada pemikiran seperti itu, banyak juga ko, orang yang pendidikannya tidak tinggi, modal gak punya, tapi tidak menjadi preman. Para pemulung misalnya, modalnya cuma kemauan untuk menjaga kehormatan diri dan mau untuk banting tulang, hasilnya mereka pun dapat hidup meski dengan segala keterbatasan yang ada. Pun masalah pendidikan, sebenarnya pemerintah dari dahulu sudah menyediakan sekolah gratis lewat program kejar paket, tapi siapa yang mau untuk memanfaatkan? tidak ada, kecuali sedikit orang yang mempunyai kemauan untuk maju. Padahal ijazah kejar paket diakui oleh pemerintah serta disetarakan dengan pendidikan formal yang ada. Jadi sebenarnya adalah masalah mentalitas bangsa yang harus diubah, dari yang maunya enak saja, serba instan, menjadi bangsa dengan tipe pekerja keras. Nenek moyang bangsa ini sebenarnya telah banyak mengajarkan, lihatlah bagaimana dahulu kerajaan-kerajaan nusantara mampu mempunyai wilayah yang demikian luas, tak lain dan tak bukan karena kemauan dan kerja keras (terlepas dari masalah politik yah). Kita bisa mencontoh jepang yang porak poranda setelah kalah dalam PD II dapat bangkit menjadi salah satu negara yang maju, Cina dan India pun setali tiga uang, mereka mulai unjuk gigi dengan perkembangan-perkembangannya. Dan merupakan komitmen bersama untuk membangun negeri ini, kita semua, tak hanya pemerintah saja, namun semua elemen masyarakat haruslah optimis serta berkemauan tinggi, bahu membahu bekerja keras membangun negeri ini. Posted by ::aPa AdAnYa:: at 10:29 am Make a comment Permalink Saturday, November 15, 2008
Sakit jiwa Apa yang ada dibenak kita ketika mendengar kata sakit jiwa atau gila? orang-orang aneh mungkin, atau orang-orang yang harus dijauhi? Begitulah stigma yang ada, begitulah label yang dilekatkan pada orang dengan gangguan jiwa. Yang sering kita lihat memang orang-orang dengan gangguan jiwa berat (psikotik) yang ditandai dengan adanya hendaya (ketidakmampuan) berat dalam menilai realitas. Namun, bagaimana dengan orang-orang yang mengidap gangguan jiwa selain psikosis? yang seringkali tampak sebagai orang normal. Bahkan barangkali kita adalah salah satunya. Coba kita tengok sebentar, orang yang berpakaian dengan sangat rapi ternyata orang dengan gangguan paranoid, orang yang terlihat sangat banyak bicara dan sangat aktif, ternyata adalah orang maniakal, siapa yang tahu? siapa yang mengira? Gangguan jiwa tidak mengenal usia, tidak mengenal jenis kelamin, tidak mengenal harta, maupun tahta, siapapun dapat mengidap penyakit yang satu ini. mau presiden kek, artis, dokter, dosen, pedagang, sampai pengemis, semuanya bisa dan berpotensi untuk sakit jiwa. dari gangguan jiwa berat, neurosis, hingga gangguan kepribadian. Kita lihat sajalah dalam kehidupan sehari-hari...begitu kita keluar dari rumah dipastikan ada orang-orang yang terindikasikan gangguan jiwa. misalnya ketika sedang dijalan, kendaraan kita diserempet oleh kendaraan lain, coba perhatikan siapa yang marah-marah duluan?siapa yang lebih marah? lebih sering adalah orang yang menyerempet kita. Contoh kedua, sudah jelas bahwa jalan yang kita lewati adalah jalan satu arah, tapi banyak juga yang jalan melawan arus. ini baru dua contoh kecil dalam bidang lalu lintas, contoh lainnya lebih banyak lagi. Yang paling gampang saya deh, saya mengakui dan menyadari bahwa terdapat ciri-ciri kepribadian paranoid dalam diri ini, dan kadang-kadang timbul ciri-ciri manik depresif (bipolar), mungkin dikarenakan adanya gangguan masa perkembangan sewaktu saya kecil dulu, ditambah adanya faktor genetik dari nenek saya, yang mengalami gangguan jiwa. Masih ingat lia eden? yang ngaku sebagai jibril. kita bisa nilai, bahwa si lia eden ini mempunyai waham kebesaran, dan waham keagamaan yang kuat, dan mungkin saja halusinasi audiotorik 2nd order yang memberikan bisikan kepadanya dan dianggap sebagai wahyu. Yang belum tau tentang waham, saia jelaskan sedikit, bahwa waham adalah keyakinan patologis yang tidak dapat dikoreksi meskipun telah diberikan bukti-bukti bahwa keyakinannya salah, dan keyakinan tersebut tidak sesuai dengan sosiobudaya. waham kebesaran yang ada pada diri lia eden adalah mengaku bahwa dia adalah jibril, yang datang untuk menyelamatkan dunia, kalo waham keagamaannya, kita semua sudah tahu, tidak perlu saya jelaskan disini. Ada juga yang disebut waham bizarre, waham aneh yang tidak sesuai dengan hukum alam, apakah lia eden punya waham bizarre? mungkin juga, saya juga sudah lupa dengan berita-beritanya hehehe. Jadi kemungkinan lia eden menderita skizofrenia tipenya paranoid, mungkin ya, soalnya datanya gak lengkap hehehe..yah paling tidak menderita gangguan delusional lah. Penangkapan, pemenjaraan, maupun dikenai tuduhan pasal penodaan agama, menurut saya tidak efektif, karena memang dia sakit jiwa, obat-obatan anti psikotik macam haloperidol barangkali jauh lebih efektif. Yang jelas, pasien-pasien dengan gangguan jiwa perlu mendapat penanganan yang eklektik dan holistik, dan yang lebih penting lagi adalah memanusiakan mereka, karena pada dasarnya mereka adalah manusia juga, namun sakit, dan yang sakit adalah jiwanya. Dan yang terakhir, yang ingin saya sampaikan adalah, mari kita kuatkan dan sehatkan jiwa kita...dalam tubuh yang kuat belum tentu ada jiwa yang sehat, sedangkan dengan jiwa yang sehat, insya ALLAH kita menjadi lebih sehat dalam hidup. Posted by ::aPa AdAnYa:: at 05:48 pm Comments (6) Permalink |
![]() |
| The Wild Flower | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
lagi belajar di sebuah universitas, yang kata orang kampusnya pahlawan reformasi........belajar biar jadi dokter biar berguna bagi diri ku sendiri, keluarga, orang lain, islam dan kaum muslimin...................... |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| In My Garden | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Daily Reads | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tagboard | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Credits | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Template: elementopia Image: image cafe Edited by:
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||