Entry: terhempas badai Monday, March 09, 2009



dua batang cokelat sudah dilahap untuk menjinakkan badai serotonin di dalam otak...sedikit lebih baik memang, dari pada siang tadi...

berbagai hal, berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini memang membuat sempoyongan, dan otak dipaksa berpacu lebih keras lagi, jadi tak heran badai menyerang...

terlintas dalam pikiran..apakah kondisi bipolar sedang naik ke permukaan? kondisi manik depresif plus paranoid memang nampaknya sedang berkobar...


tugas yang menumpuk, case dan case...jurnal, harus telp konsulen, mpe ngurusin lcd, ato ohp, belum lagi urusan si prof yang ngambek, dan seorang teman yang juga ikutan ngambek karena merasa dirinya dikorbankan..dan kemudian menyalahkan saya, meski tak terucap lewat bibirnya, namun sikapnya menunjukkan demikian. lalu mengapa saya juga tak boleh merasa dikorbankan?? entahlah seakan saya tak punya hak untuk itu...merekalah yang memilih, mereka yang mengorbankan saya...tapi toh mereka tetap tak mau mendengar apa yang saya katakan...

belum lagi urusan tetek bengek buat acara nanti, kapan pulang, kapan ukur baju, kapan ngurus surat2, kapan bikin acara buat ijin melangkahi, kapan ketemu dengan fulan, .....aaaaahhhhh....semuanya membuat badai makin menggila...konsentrasi terpecah...belajarpun tak masuk ke otak....

***sepertinya terjadi flight of ideas yah? ato mungkin malah inkoherensi??***

entah kenapa saya tak bisa menikmati hingar bingar, yang katanya bikin deg2an....entah kenapa saya jadi tak menikmati hidangan ilmu yang diberikan...malah yang dirasa adalah otak ini diperas, sementara jasmani pun demikian....berangkat sangat pagi, pulang malam, dengan tugas segunung...dengan masih kepikiran hal-hal lain membuat tubuh yang sakit ini menjadi lebih terasa sakit...

tapi toh tak ada yang peduli..justru keluar kalimat : bener2 sudah mantep?
saya makin emosi.....saat badan lelah, kurang tidur setelah jaga, masih harus disuguhi kalimat-kalimat tak enak..egoislah..apalah...meremehkanlah..apalah...

sungguh aku sedang capek...aku tak sedang sekolah jurusan ekonomi yang nyantai,  aku tak sedang sekolah jurusan hukum, aku tak sedang sekolah jurusan kesenian yang bisa kabur seenaknya...

aku sedang menjalani sekolah dimana subyektifitas demikian tinggi, dan di nilai sebagai attitude yang dapat memporak porandakan semuanya....aku sedang sekolah dimana sakit, izin tak menjadi alasan untuk keringanan...absen lebih dari 2 hari dengan alasan apapun = mundur.

sementara masalah finansial pun setali tiga uang...makan atau beli buku atau buat bikin tugas...tinggal pilih..bikin tugas, dimana harus print berlembar2, fotocopy 14 kali 15 lembar, ongkos ketik di warnet = kurangi jatah makan jadi 1 kali, dan tidak beli buku...beli buku = tidak makan, apalagi bikin tugas, dan seterusnya.

sementara kepala semakin sering terasa sakit, karena pandangan makin kabur, sementara alat bantu sudah tak lagi memadai, sepatu sudah sobek, kalo hujan, dan ada genangan kaki menjadi basah kuyup dan bau, tas hancur, namun semuanya belum bisa diganti mengingat hal-hal di atas.

sementara...(huh kenapa ada pengulangan terus menerus...mang bener jiwa ini sudah sakit!)...

benjolan pun tampaknya makin besar, disusul batuk yang makin mengganggu...

hingga badai pun semakin hebat terasa....saya tak mau dijejali antidepresan maupun antianxietas..cukup yang alami : cokelat (disamping mang tu obat2an harganya selangit).

***

bisakah acara nanti berlangsung sederhana..tanpa harus memakai baju berharga jutaan, tanpa dengan embel-embel kemewahan...tanpa tetek bengek acara yang gak penting...mulai dr souvenir hingga apalah namanya

aku hanya ingin sesuatu yang sederhana, sesuatu yang tak membuat banyak orang mengurungkan niat karena merasa belum mapan..sesuatu yang barokah, yang sesuai dengan apa yang diajarkan oleh suri tauladan kita...

aku hanya ingin segera, secepat mungkin menyelesaikan sekolah omong kosong ini! yang membunuh waktuku...

****

dan sekarang aku terhempas badai, tanpa ada yang peduli...

   2 comments

****
June 3, 2009   01:14 PM PDT
 
ishbir ya, mas. fa innama'al 'usri yusro

hmm, ttg acara itu ya. tng aj.
Ar&Za
March 10, 2009   10:55 AM PDT
 
"dan sekarang aku terhempas badai, tanpa ada yang peduli..."

sering kali saat dunia terasa begitu sempit, hingga tuk sekedar menghela nafaspun sesak, yang sangat kita harap adalah orang2 disekitar kita memberikan uluran tangannya atau sekedar sapa menanyakan ada apa denganmu? namun tak jarang kita lupa bahwa hanya dzat yang Maha kaya lah penolong kita yang benar-benar mampu melepas semua himpitan itu. Hadapkan wajahmu pada Robbmu dikesunyian malam dan menangislah kepadaNya, sadarilah bahwa diri kita amat lemah dan sesaatpun kita takkan bisa dijauhi olehNya.
yaa hayyu qoyyum birohmatika astaghiitsu aslihli sya’ni kullahu walaa takilni ila nafsi thorfata ‘aiin

Yasarollohu fy amrikum

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments